Kearifan Lokal dan Multikultural dalam Sastra Lisan Di Era Digital
Keywords:
Kearifan Lokal dan Multikultural dalam Sastra Lisan Di Era DigitalSynopsis
Sastra lisan merupakan hasil kreasi masyarakat pada masa lalu yang disebarkan secara lisan, dari mulut ke mulut, bersifat tradisional, dan bersifat anonim. Sastra lisan di Jawa Timur memiliki banyak, antara lain legend, fable, mitos, dan epos. Sastra lisan sampai saat ini masih eksis di tengah-tengak kehidupan masyarakat di era digital. Akan tetapi, generasi milenial sudah tidak banyak yang mengenal dan mencintai sastra lisan hasil warisan nenek moyang.
Sastra lisan di Jawa Timur banyak mengandung kearifan lokal yang mencakup kearifan lokal yang terkait dengan pengetahuan lokal, nilai lokal, keterampilan lokal, sumber daya lokal, pengambilan keputusan lokal, dan solidaritas sosial lokal. Sastra lisan di Jawa Timur banyak mengandung multicultural yang terkait dengan perbedaan bangsa, perbedaan status sosial, dan perbedaan budaya, dan perbedaan agama, tetapi mereka bisa salaing menghormat,
menghargai, toleran, dan mengakui hak eksistensi masing- masing sehingga bisa hidup saling berdampingan, tenang, dan damai.
Kearifan lokal tersebut dapat dijadikan media pendidikan karakter bagi masyarakat, khususnya generasi milenial yang hidup di eara digital yang tidak lagi mengenal sastra lisan sebagai warisan nenek moyang yang mengandung nilai tinggi yang harus dilestarikan dan dikembangkan untuk memperkaya khasanah kebudayaan nasional.
Sastra lisan merupakan salah satu bagian dari kebudayaan daerah dapat dijadikan bahan untuk memperkaya khasanah kebudayaan nasional. Buku ini membahas kearifan lokal dalam sastra lisan di Jawa Timur yang mencakup jenre mitos, legend, dan epos karena ketiga jenre tersebut sangat menarik karena banyak bercerita tentang para tokoh yang berkarakter baik, seperti suka menolong, menyebarkan agama Islam dengan pendekatan budaya, sabar, dan tabah dalam menghadapi ujiam hidup di dalam masyarakat. Karakter tersebut dapat dijadikan contoh bagi masyarakat sekarang dan diimplementasikan dalam kehidupan di masyarakat. Seseorang yang banyak membaca sastra lisan akan dapat menambah berbagai pengetahuan tentang keberadaan para ulama atau Wali Songo yang memiliki karomah luar biasa dari Allah SWT, menjalankan perintah Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW untuk berdakwah menyebarkan agama Islam dengan menggunakan pendekatan budaya dan kemanusiaan seperti menolong masyarakat yang mengalami kesulitan, mengobati orang yang sakit, membantu memberikan sumber air masyarakat yang kekurangan air. Pembaca dapat mengambil berbagai hikmah yang diambil dari sikap, perilaku, dan tutur kata para tokoh dalam sastra lisan dan dapat dijadikan contoh serta diimplementasikan dalam hidup di masyarakat.