Implikatur Percakapan Pada Anak Usia Dini: Kajian Pragmatik
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 125.000
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 278 hal
Ketebalan Buku : 2 cm
ISBN : : 978-623-448-464-9
Deskripsi Buku : Puji syukur dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kerena atas rahmat-Nya buku yang berjudul “Gangguan Berbahasa: Deviasi Linguistis Pada Tuturan Penderita Afasia Broca Akibat Stroke” dapat selesai pada waktunya. Buku ini merupakan karya ketiga saya yang merupakan hasil transformasi dari penelitian tesis tahun 2015. Jika pada buku pertama saya menulis seorang diri, pada buku kedua kali ini saya meminta sumbangsih ide dan pemikiran dari kolega serta sahabat saya Chrissanty Hiariej S.Pd., M.Pd., tentu dengan harapan agar buku ini tidak kalah bergizi dari buku pertama saya, karena buku ini natinya akan teraliri pemikiran-pemikiran segar dari beliau sebagai penulis kedua. Dalam buku ini, penulis mengulas gangguan berbahasa pada penderita stroke yang mengalami deviasi linguistis pada setiap tuturan yang mereka hasilkan.Gejala utama pada penderita afasia broca adalah kesulitan dalam bertutur yang dapat terjadi dalam berbagai derajat keparahan. Buku ini akan mengungkap derajat keparahan gangguan berbahasa yang diderita seorang penderita afasia broca akibat stroke, terutama dari segi linguistiknya. Berdasarkan hal tersebut, penting untuk dikaji gangguan berbahasa yang diakibatkan oleh stroke. Hal ini dilakukan karena afasia pada penderita stroke mempunyai permasalahan penggunaan bahasa untuk berkomunikasi sehari-hari ii | GANGGUAN BERBAHASA yang tidak lancar, oleh sebab itu penulis ingin mengkaji tuturan-tuturan yang terjadi deviasi atau penyimpangan linguistik seperti bentuk fonologis, morfologis, dan sintaksis pada tuturan penderita. Dalam buku ini, bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran fonologi pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, (2) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran morfologis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke, dan (3) Bagaimana deviasi linguistik pada tataran sintaksis pada tuturan penderita afasia broca akibat stroke. Subjek penelitian adalah dua penderita afasia broca akibat stroke iskemik dan hemoragik. Buku ini menghasilkan temuan berupa deviasi linguistis pada pada tuturan penderita afasia broca yang secara fonologis bunyi-bunyi bahasa yang dihasilkan oleh penderita afasia broca akibat stroke memang tidak seluruhnya mengalami gangguan. Terdapat 4 hal yang dilakukan kedua subjek dalam menuturkan kata-kata yang diujarkan, yaitu penghilangan atau penyederhanaan, penambahan, penggantian, dan ketidakberaturan. Hal tersebut membuat lawan tutur maupun pendengar yang lain kemungkinan tidak memahami apa yang dituturkan oleh kedua subjek. Kedua subjek tidak konsisten dalam pengucapan bunyi dan terkadang memproduksi bunyibunyi tidak jelas. Secara morfologis ada beberapa deviasi yang teridentifikasi dalam penelitian. Deviasi morfologis yang dialami kedua subjek yaitu mengenai penggunaan afiksasi dalam tuturannya yang meliputi, prefiks dan GANGGUAN BERBAHASA | iii sufiks saja, selanjutnya penggunaan reduplikasi, bentuk dasar, dan konjungsi. Tidak banyak deviasi morfologis yang dilakukan karena subjek lebih sering menggunakan bentuk dasar. Klitika, partikel, kata penunjuk, interjeksi masih dihasilkan dengan baik dalam tuturan kedua subjek. Secara sintaksis, hal yang paling menonjol dari kemampuan sintaksis kedua penderita adalah pelesapan unsur subjek., kedua subjek lebih sering menggunakan kalimat sederhana. Deviasi sintaksis yang sering dilakukan kedua subjek diantaranya ambiguistas kalimat yang dituturkan. Buku ini dihadirkan pada pembaca dengan mengusung tema gangguan berbahasa. Gangguan berbahasa merupakan salah satu kajian dalam ranah Psikolinguistik. Buku ini juga kami harapkan dapat berguna dan bermanfaat untuk memperkaya wacana praktisi dan peminat psikolinguistik. Buku ini tentunya masih jauh dari sempurna, oleh karena itu dimohon masukan berupa kritik dan saran agar kedepannya kami mampu menghasilkan karya buku yang lebih baik lagi. Selamat membaca!