SKRENING KOMPUTASI Coscinium fenestratum SEBAGAI ANTIMALARIA DENGAN MEKANISME INHIBITOR DIHYDROOROTATE DEHYDROGENASE
Keywords:
malaria, DHODH, dockingSynopsis
Malaria merupakan penyakit dengan tanda tanda meriang serta diakibatkan oleh Plasmodium yang ditularkan melalui nyamuk Anopheles. Kawasan nyamuk ini banyak ditemui di wilayah subtropis – tropis dan wilayah dengan ketinggian 2000– 2500 meter. Dengan adanya berbagai kasus resistensi maka di perlukan penelitian alternative untuk mendapatkan senyawa obat yang berpotensi sebagai antimalarial dengan salah satu mekanisme yaitu dengan mekanisme Dihydroorotate dehydrogenase. Enzim yang pada plasmodium dikodekan oleh DHODH gen pada kromosom 16. Protein yang dikode oleh gen ini mengkatalisis langkah enzimatik keempat, ubiquinone -dimediasi oksidasi dari dihydroorotate untuk orotate , di de novo pirimidin biosintesis . Protein ini merupakan protein mitokondria yang terletak di permukaan luar membran bagian dalam (IMM). Inhibitor enzim ini digunakan untuk mengobati penyakit malaria. Salah satu tanaman yang dipergunakan dalam pengobatan malaria adalah Coscinium fenestratum. Berdasarkan skrening komputasi didapatkan skor docking ethyl 3,5-dimethyl-4-{[4-(trifluoromethyl)phenyl]methyl}-1H-pyrrole-2-carboxylate: -114,743; Berberine: -82,2408; (-)-8-Oxocanadine: -78,0734; (-)-8-Oxoisocorypalmine -72,1507; (-)-8-Oxotetrahydrothalifendine: -70,6601; Dimethyllindcarpine: -62,4541; Berlambine: -77,0065; 8-Oxopalmatine: -72,3465; Berberrubine: -84,6866; Thalifendine: -81,1591. Berdasakan skor docking maka senyawa dari Coscinium fenestratum yang berpotensi secara insilico terhadap plasmodium adalah Berberrubine dengan skor docking -84,6866