Dari Surosowan Ke Istana Tirtayasa Sebuah Napak Tilas Sultan Ageng

Authors

Ubay Haki, Anto Wijaya, Dzikri Nurdiansyah, Nanda Pamudji, David Hudha Hidayat, Fuza Dewi Rohini, Fitri Heriyani, Nunung Nurroniyah, Siti Zalfaa Iryana, Aditya Nugraha, Rasimah, Ifit Safitri, Cindia Futri, Apriyanto, Rika Hanika, Arini, Ika Novarina, Muhaamad Syahrul Anan.
Universitas Bina Bangsa

Keywords:

Dari Surosowan Ke Istana Tirtayasa Sebuah Napak Tilas Sultan Ageng

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

◉ Harga                    : Rp 65.000

◉ Ukuran                  : 14,8 cm x 21 cm 

◉ Jumlah Halaman : 113 hal

◉ Ketebalan Buku  : 1  cm

◉ ISBN                       : 978-623-448-180-8

◉ Deskripsi Buku   : Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, shalawat dan salam dicurahkan kepada pemimpin para Nabi dan Rasul, keluarganya, sahabat-sahabatnya baik Muhajirin maupun Anshar, pengikutnya, dan mereka yang menyerukan dakwah nya hingga akhir zaman. Sebagai wilayah yang pernah di singgahi bahkan bertempat tinggal Sultan Abdul Fath Abdul Fatah, atau Sultan Ageng Tirtayasa belum ada kajian atau penulisan sejarah tentang keberadaan Sultan Ageng di Pontang dan Tirtayasa. Ubay Haki selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Mahasiswa Universitas Bina Bangsa, melakukan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Tirtayasa Kabupaten Serang tergabung dalam kelompok 36, berupaya selama kurang lebih satu bulan empat puluh hari dari tanggal 18 Juli- 28 Agustus 2022, melakukan penelitian tentang perjalanan Sultan Ageng Tirtayasa ke Pontang, sampai akhirnya melahirkan sebuah buku yang berjudul : Dari Surosowan ke Istana Tirtayasa : Sebuah Napak Tilas Sultan Ageng. Terbitnya buku ini merupakan suatu sumbangan yang sangat bermakna dalam rangka sejarah Banten, lebih khusus dalam rangka sejarah Pontang dan Tirtayasa dari abad ke-16 sampai abad ke-17, periode ini masa jaya nya Kesultanan Banten dan kemunduran akibat tekanan dari Belanda. Banyak literasi tentang Sultan Ageng Tirtayasa, tapi hanya sebatas di Kota Banten saja yaitu Surosowan, literasi yang konsen tentang Sultan Ageng di Tirtayasa belum ada yang tertarik untuk menulisnya. Oleh karena itu, buku ini dapat membantu mahasiswa untuk penambah pengetahuan sejarah terutama arkeologi di Tirtayasa—dari sini bisa dijadikan penelitian lebih serius oleh para sejarawan dan arkeologi, kalau situs Tirtayasa dapat dijadikan sebagai laboratorium yang menyimpan banyak artefak, sedangkan dari antropologi mayarakat Tirtayasa dan Pontang yang multiculure sangat menarik untuk dikemukakan, mengingat Tirtayasa adalah sebagai pusat kekuasaan kedua setelah Banten Lama. Melihat dari aspek sejarah, sumber tertulis tentang Tirtayasa masih tersedia di Indonesia dan beberapa negara lain seperti Belanda dan Inggris. Lokasi Tirtayasa yang strategis antara sungai dan laut, dengan sumber air yang tidak bagus, suka mengalami kemarau merupakan sebuah hal yang menarik untuk di kaji tentang lingkungannya, tidak cukup di situ, hal lain yang menarik untuk di kaji tentang agama Islam yang berkembang dengan pesat menjadi sebuah magnet bagi para peneliti di bidang agama untuk lebih dalam mengkajinya. Buku ini juga mengungkap prilaku ekonomi masyarakat Pontang dan Tirtayasa, seperti aktivitas perdagangan, para pengrajin tanah liat yang sampai sekarang masih berlangsung di Desa Bumi Jaya (Pasar Dukuh) Ciruas. Di dalamnya ada aktivitas pertukaran barang dan jasa dalam rangka untuk memajukan perdagangan. Begitupun dengan pengolahan sumber daya alam yang ada di lingkungan kesultanan dimanfaatkan oleh pengrajin tanah liat untuk menghasilkan produk, keberadaan pasar semakin marak dan ramai karena tersedianya pelabuhan sehingga memudahkan pendatang datang ke Tirtayasa—implikasinya rakyat Banten menjadi makmur khususnya Tirtayasa. Usaha ini tidak sia-sia, kemasyhuran Kesultanan Banten bergema sampai negara- negara Eropa. Akhirnya selamat membaca, ambil manfaat dari buku ini karena ketika ada manfaatnya maka bisa untuk dijadikan rujukan bagi peneliti masalah Pontang dan Tirtayasa, terutama tentang aktivitas Sultan Ageng Selama di Tirtayasa—muda-mudahan lahirnya buku ini sebagai pemicu lahirnya buku baru yang konsen dengan sejarah masa lalu Pontang dan Tirtayasa.

Downloads

Published

August 17, 2022