Rekonstruksi Model Pembelajaran Glasser Berbasis Nilai Tnopedagogi Untuk Penguatan Literasi Budaya Di Era Digital
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 55.000
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 83 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Perkembangan teknologi digital yang begitu pesat telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Di satu sisi, kemajuan teknologi membuka akses yang luas terhadap informasi dan pengetahuan. Namun, di sisi lain, derasnya arus globalisasi dan digitalisasi juga menghadirkan tantangan berupa semakin berkurangnya pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai budaya lokal yang menjadi identitas bangsa. Kondisi ini menuntut adanya inovasi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan dan keterampilan abad ke-21, tetapi juga mampu menanamkan kesadaran budaya serta memperkuat karakter peserta didik. Merekonstruksi Model Pembelajaran Glasser dengan mengintegrasikan nilai-nilai etnopedagogi sebagai fondasi pembelajaran. Rekonstruksi tersebut dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan akan model pembelajaran yang lebih kontekstual, humanis, dan relevan dengan tantangan pendidikan di era digital. Melalui integrasi nilai-nilai budaya lokal ke dalam proses pembelajaran, peserta didik diharapkan tidak hanya mampu berpikir kritis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki literasi budaya yang kuat sebagai bagian dari identitas kebangsaan.
REFERENSI :
Al Faruqi, U. (2019). Future service in Industry 5.0. Jurnal Sistem Cerdas, 2(1), 67–79.
Alwasilah, A. C., Suryadi, K., & Karyono, T. (2009). Etnopedagogi: Landasan praktek pendidikan dan pendidikan guru. Kiblat Buku Utama.
Arends, R. I. (2012). Learning to teach (9th ed.). McGraw-Hill.
Banks, J. A. (2016). Cultural diversity and education: Foundations, curriculum, and teaching (6th ed.). Routledge.
Barikzai, S., Bharathi S, V., & Perdana, A. (2025). Digital learning initiatives forging inclusive education in post-conflict nations. Cogent Education, 12(1), Article 2457904. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2457904
Borg, W. R., & Gall, M. D. (1983). Educational research: An introduction (4th ed.). Longman.
Branch, R. M. (2009). Instructional design: The ADDIE approach. Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-387-09506-6
Brookhart, S. M. (2017). How to give effective feedback to your students (2nd ed.). ASCD.
Creswell, J. W., & Plano Clark, V. L. (2018). Designing and conducting mixed methods research (3rd ed.). SAGE Publications.
Gabriel, E., & Matthews, L. (2011). Choice theory: An effective approach to classroom discipline and management. Journal of Adventist Education, 73(3), 20–23. https://digitalcommons.andrews.edu/pubs/1537/
Gilster, P. (1997). Digital literacy. John Wiley & Sons.
Glasser, W. (1998). Choice theory: A new psychology of personal freedom. HarperCollins.
Glasser, W. (2001). Every student can succeed. Black Forest Press.
Hadiansyah, F., Djumala, R., Gani, S., Hikmat, A. A., Nento, M. N., Hanifah, N., Miftahussururi, & Akbari, Q. S. (2017). Materi pendukung literasi budaya dan kewargaan. Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/11638/
Hattie, J. (2009). Visible learning: A synthesis of over 800 meta-analyses relating to achievement. Routledge.
Iman, B. N. (2022). Budaya literasi dalam dunia pendidikan. Proceeding Conference of Elementary Studies, 1(1).
Jenkins, H. (2009). Confronting the challenges of participatory culture: Media education for the 21st century. MIT Press.
Joyce, B., Weil, M., & Calhoun, E. (2015). Models of teaching (9th ed.). Pearson.
Kartadinata, S. (2010). Etnopedagogik: Sebuah resureksi ilmu pendidikan (pedagogik) [Paper presentation]. 2nd International Seminar on Practice Pedagogic in Global Education Perspective, Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung, Indonesia.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.
Marzano, R. J. (2003). Classroom management that works: Research-based strategies for every teacher. Association for Supervision and Curriculum Development.
Meade, R., & Walton, M. (2025). Theory reconstruction: An approach to conceptual innovation in political science. Perspectives on Politics, 1–15. https://doi.org/10.1017/S1537592725101448
Mishra, P., & Koehler, M. J. (2006). Technological pedagogical content knowledge: A framework for teacher knowledge. Teachers College Record, 108(6), 1017–1054. https://doi.org/10.1111/j.1467-9620.2006.00684.x
Nawir, M., Arfiani, F., Mukhlisah, N., & Amadyah, N. (2025). Gerakan literasi budaya di masyarakat. Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan, 3(4), 1337–1340. https://doi.org/10.31004/jerkin.v3i4.661
OECD. (2019). PISA 2018 assessment and analytical framework. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/b25efab8-en
Oktavianti, I., & Ratnasari, Y. (2018). Etnopedagogi dalam pembelajaran di sekolah dasar melalui media berbasis kearifan lokal. Refleksi Edukatika: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 8(2), 149–154. https://doi.org/10.24176/re.v8i2.2353
Partnership for 21st Century Learning. (2019). Framework for 21st century learning.
Rahmawati, Y., Ridwan, A., Faustine, S., Syarah, S., Ibrahim, & Mawarni, P. C. (2020). Pengembangan literasi sains dan identitas budaya siswa melalui pendekatan etno-pedagogi dalam pembelajaran sains. EDUSAINS, 12(1), 54–63. https://doi.org/10.15408/es.v12i1.12428
Ramadhani, O., & Khoirunisa, K. (2025). Generasi Z dan teknologi: Gaya hidup Generasi Z di era digital. Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial (JUPENDIS), 3(1), 323–331. https://doi.org/10.54066/jupendis.v3i1.2916
Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.). Pearson.
Song, S., & Lai, Y. C. (2025). Blended learning in vocational education: Benefits, challenges, and student engagement. Cogent Education, 12(1), Article 2548348. https://doi.org/10.1080/2331186X.2025.2548348
Stibbe, A. (2015). Ecolinguistics: Language, ecology and the stories we live by. Routledge.
Sugara, U., & Sugito. (2022). Etnopedagogi: Gagasan dan peluang penerapannya di Indonesia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 7(2), 93–104. https://doi.org/10.24832/jpnk.v7i2.2888
Sugiyono. (2022). Metode kajian dan pengembangan (Research and Development/R&D). Alfabeta.
Supriadi, S. R. R. P., Haedi, S. U., & Chusni, M. M. (2022). Inovasi pembelajaran berbasis teknologi artificial intelligence dalam pendidikan di era Industry 4.0 dan Society 5.0. Jurnal Kajian Sains dan Pendidikan, 2(2), 192–198. https://doi.org/10.23971/jpsp.v2i2.4036
Tambunan, M. A., & Hutabarat, N. M. P. (2022). The effectiveness of the Glasser learning model based on local wisdom on speaking skills State 1 Galang SMA students. International Journal of Multidisciplinary: Applied Business and Education Research, 3(10), 2142–2149. https://doi.org/10.11594/ijmaber.03.10.26
Tambunan, M. A., & Manihuruk, L. M. E. (2023). Powtoon assisted Glasser model to improve writing skills in high school students. International Journal of Humanities Education and Social Sciences, 3(3). https://doi.org/10.55227/ijhess.v3i3.668
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan-tantangan global masa depan dalam transformasi pendidikan nasional. Grasindo.