Anatomi Argumen Matematis Kerangka Terpadu Struktur, Validitas Epistemik, Proses Sosial, Dan Daya Transformatif
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 125.000
Ukuran : 18 cm x 25 cm
Jumlah Halaman : 200 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Pertanyaan yang melatari buku ini sederhana, namun jarang ditanyakan secara serius dalam pembelajaran matematika: apa yang membuat sebuah argumen matematis benar-benar baik? Selama ini sebuah pembuktian kerap dinilai semata dari benar atau salahnya kesimpulan. Padahal, argumen yang menyimpulkan hal yang benar belum tentu merupakan argumen yang baik argumen bisa saja rapuh secara logis, kurang sahih secara epistemik, lahir dari proses yang tidak bermakna, atau gagal mengubah pemahaman siapa pun yang membacanya. Penyusunan buku Anatomi Argumen Matematis Kerangka Terpadu Struktur, Validitas Epistemik, Proses Sosial, dan Daya Transformatif dilandasi keyakinan bahwa kualitas argumentasi matematis perlu dinilai dari beberapa sudut pandang secara bersamaan. Empat tradisi kajian yang selama ini berkembang relatif terpisah dipertemukan di sini: model struktural Stephen Toulmin, tipologi pembuktian Nicolas Balacheff, teori argumentasi sebagai proses sosial dari Götz Krummheuer, serta gagasan kesatuan kognitif dan daya transformatif dari Paolo Boero. Masing-masing menyoroti satu wajah dari argumen yang baik; disatukan, keempatnya membentuk kerangka yang jauh lebih kaya daripada bila berdiri sendiri-sendiri. Agar kerangka itu tidak tinggal sebagai abstraksi, setiap gagasan dibahas melalui contoh yang dibedah secara mendalam dari bukti geometris penjumlahan deret aritmetika hingga visualisasi gnomon yang mengungkap mengapa jumlah bilangan ganjil berurutan selalu berupa bilangan kuadrat. Melalui contoh-contoh itu, pembaca diajak melihat bagaimana keempat dimensi dapat terpenuhi serentak dalam satu argumen sederhana, dan bagaimana keempatnya justru saling memperkuat.
REFERENSI :
Blanton, M., & Kaput, J. (2011). Functional thinking as a route into algebra in the elementary grades. In J. Cai & E. Knuth (Eds.), Early algebraization: A global dialogue from multiple perspectives (pp. 5–23). Springer.
Cobb, G. W., & Moore, D. S. (1997). Mathematics, statistics, and teaching. American Mathematical Monthly, 104(9), 801–823.
De Villiers, M. (1998). To teach definitions in geometry or teach to define? In A. Olivier & K. Newstead (Eds.), Proceedings of PME 22 (Vol. 2, pp. 248–255).
English, L., & Sriraman, B. (2010). Problem solving for the 21st century. In B. Sriraman & L. English (Eds.), Theories of mathematics education (pp. 263–290). Springer.
Herbst, P. (2002). Establishing a custom of proving in American school geometry: Evolution of the two-column proof in the early twentieth century. Educational Studies in Mathematics, 49(3), 283–312.
Kieran, C. (2007). Learning and teaching algebra at the middle school through college levels. In F. K. Lester (Ed.), Second handbook of research on mathematics teaching and learning (pp. 707–762). Information Age Publishing.
Küchemann, D. (1981). Algebra. In K. Hart (Ed.), Children's understanding of mathematics: 11–16 (pp. 102–119). John Murray.
Lamon, S. J. (2007). Rational numbers and proportional reasoning. In F. K. Lester (Ed.), Second handbook of research on mathematics teaching and learning (pp. 629–667). Information Age Publishing.
Lee, L. (1996). An initiation into algebraic culture through generalization activities. In N. Bednarz, C. Kieran, & L. Lee (Eds.), Approaches to algebra: Perspectives for research and teaching (pp. 87–106). Kluwer.
Lesh, R., & Doerr, H. M. (2003). Beyond constructivism: Models and modeling perspectives on mathematics problem solving, learning, and teaching. Lawrence Erlbaum.
Mariotti, M. A. (2002). Influence of technologies advances on students' math learning. In L. English (Ed.), Handbook of international research in mathematics education (pp. 695–723). Lawrence Erlbaum.
Mason, J., Graham, A., & Johnston-Wilder, S. (2005). Developing thinking in algebra. Paul Chapman Publishing/Sage.
Soekisno, R. B. A. (2015a). Pembelajaran berbasis masalah untuk meningkatkan kemampuan argumentasi matematis mahasiswa. Infinity Journal, 4(2), 120–139. https://doi.org/10.22460/infinity.v4i2.p120-139
Soekisno, R. B. A. (2015b). Peningkatan kemampuan argumentasi, self-efficacy matematis, dan sociomathematical-norm mahasiswa jurusan pendidikan matematika melalui pembelajaran berbasis masalah [Disertasi, SPs Universitas Pendidikan Indonesia].
Stylianides, A. J. (2007). The notion of proof in the context of elementary school mathematics. Educational Studies in Mathematics, 65(1), 1–20.
Van Hiele, P. M. (1986). Structure and insight: A theory of mathematics education. Academic Press.
Wild, C. J., & Pfannkuch, M. (1999). Statistical thinking in empirical enquiry. International Statistical Review, 67(3), 223–265.
Wilson, R. J. (1996). Introduction to graph theory (4th ed.). Longman.
Yackel, E., & Cobb, P. (1996). Sociomathematical norms, argumentation, and autonomy in mathematics. Journal for Research in Mathematics Education, 27(4), 458–477.
Zulkarnaen, R. (2018). Peningkatan kemampuan pemodelan dan penalaran matematis serta academic self-concept siswa SMA melalui interpretation-construction design model [Disertasi, SPs Universitas Pendidikan Indonesia].