Agribisnis Dalam Perspektif Kelembagaan Sosiologi

Authors

Prof. Dr. Sri Ayu Andayani, S.P., M.P.; Sri Umyati, S.P., M.P.

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

Harga                    : Rp 85.000

Ukuran                  : 15,5 x 23 cm

Jumlah Halaman : 130 hal

Ketebalan Buku  : 1 cm

ISBN                       : On Proses

Deskripsi              : Buku ini lahir dari sebuah kepenasaranan yang tumbuh perlahan selama bertahun-tahun, baik di ruang kuliah maupun di lapangan. Dalam banyak literatur dan kurikulum, sistem agribisnis lazim diajarkan sebagai rangkaian subsistem ekonomi yang membentang dari hulu ke hilir: penyediaan sarana produksi, usaha tani, pengolahan, pemasaran, dan jasa penunjang. Pendekatan ini tentu penting dan tidak keliru. Namun ia menyisakan pertanyaan-pertanyaan yang tidak pernah benar-benar terjawab. Mengapa petani memilih menjual hasil panennya kepada tengkulak dengan harga lebih rendah, alih-alih kepada koperasi yang menjanjikan harga lebih tinggi? Mengapa asuransi usaha tani yang preminya nyaris ditanggung penuh negara justru sepi peminat? Mengapa ribuan kelompok tani dan Gabungan Kelompok Tani hanya bergerak ketika ada program, lalu kembali tertidur setelah dana berhenti? Dan mengapa kelembagaan adat seperti Subak, Nagari, atau Sasi justru bertahan berabad-abad tanpa suntikan anggaran negara? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut, menurut hemat penulis, tidak akan ditemukan pada kolom neraca atau kurva penawaran-permintaan semata. Ia terletak pada seperangkat norma, kepercayaan, relasi kekuasaan, dan aturan main yang tidak tertulis, yang bekerja diam-diam di balik setiap transaksi agribisnis di perdesaan. Inilah pemikiran yang menjadi tulang punggung seluruh buku ini: sistem agribisnis tidak pernah berdiri di ruang hampa, melainkan senantiasa tertanam (embedded) dalam struktur sosial masyarakat desa. Kelembagaan agribisnis berhasil ketika ia selaras dengan kenyataan sosial yang menopangnya, dan gagal ketika ia dipaksakan menentangnya. Dengan pijakan itu, sosiologi perdesaan diperlakukan dalam buku ini bukan sebagai disiplin pelengkap, melainkan sebagai lensa utama untuk memahami sekaligus memperbaiki cara kerja sistem agribisnis. Sumbangan yang ingin penulis tawarkan bukan sekadar penjajaran teori. Pada Bab II dirumuskan sebuah kerangka analisis kelembagaan terpadu yang memandang setiap subsistem agribisnis melalui empat lapis pertanyaan secara serentak: lapis aturan main (North, Commons), lapis tata kelola dan biaya transaksi (Coase, Williamson), lapis kapasitas aksi kolektif (Olson, Ostrom), serta lapis modal dan relasi kuasa (Bourdieu, Putnam). Kerangka inilah yang kemudian dipakai secara konsisten sebagai alat kerja untuk membedah subsistem demi subsistem pada bab-bab selanjutnya, sehingga pembaca tidak sekadar mengenal teori, melainkan menyaksikan teori itu bekerja.

 

REFERENSI :

Berikut daftar pustaka yang sudah saya rapikan sesuai format APA 7th edition, diurutkan alfabetis, menghapus duplikasi, menghilangkan nomor halaman pemisah, dan menyeragamkan kapitalisasi serta DOI/URL.

Al Nido, R., Windiasih, R., Sulaiman, A. I., Muatip, K., & Sari, L. K. (2024). Model pemberdayaan kelompok wanita tani (KWT) melalui modal sosial untuk menjaga kohesivitas kelompok: Indonesia. Agrivet: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian dan Peternakan (Journal of Agricultural Sciences and Veteriner), 12(1), 117–132.

Arifin, B. (2001). Pertanian era transisi. Universitas Lampung.

Arifin, B. (2004). Analisis ekonomi pertanian Indonesia. Kompas.

Arifin, B. (2005). Pembangunan pertanian: Paradigma kebijakan dan strategi revitalisasi. Grasindo.

Azizah, L., Ichsan, A. C., & Webliana, K. (2021). Analisis kapasitas kelembagaan kelompok tani hutan Waku Lani Desa Lenek Duren dan Desa Toya Lombok Timur. Jurnal Sylva Scienteae, 4(1), 84–97.

Baga, L. M. (2005). Penguatan kelembagaan koperasi petani untuk revitalisasi pertanian 1. MITI.

Barus, N. M. (2025). Pemberdayaan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi Mrican melalui urban farming di Mrican, Sleman, Yogyakarta. Jurnal Atma Sosiologika, 2(1), 33–58.

Cox, M. (2019). Using the Ostrom Workshop frameworks to study the commons. In Routledge handbook of the study of the commons (pp. 27–37). Routledge.

Cox, M., Arnold, G., & Tomás, S. V. (2010). A review of design principles for community-based natural resource management. Ecology and Society, 15(4).

DeJordy, R., Scully, M., Ventresca, M. J., & Creed, W. D. (2020). Inhabited ecosystems: Propelling transformative social change between and through organizations. Administrative Science Quarterly, 65(4), 931–971.

Djohan, D., & Krisnamurthi, B. (2000). Membangun koperasi pertanian berbasis anggota. LSP21 bekerja sama dengan INKOPDIT dan YAPPIKA.

Jamaludin, A., & Pambudy, R. (2025). Transformasi kelembagaan pertanian melalui korporasi petani: Dampak pengembangan korporasi petani terhadap kinerja usahatani. Journal of Regional & Rural Development Planning/Jurnal Perencanaan Pembangunan Wilayah dan Perdesaan, 9(3), 318–336. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2025.9.3.318-336

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2018). Pedoman pengelolaan jaringan irigasi partisipatif: Standar perencanaan irigasi KP-07: Standar penggambaran. Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PUPR.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia. (2023). Akses layanan keuangan bagi petani/peternak dan korporasi petani dengan digitalisasi: Laporan proyek perubahan. https://repository.pertanian.go.id/items/bb962901-483f-470f-803b-6f1f12505e44

Korten, D. C. (1980). Community organization and rural development: A learning process approach. Public Administration Review, 40(5), 480–511.

Korten, D. C., & Uphoff, N. (1982). Bureaucratic reorientation for participatory rural development. National Association of Schools of Public Affairs and Administration.

Luthfitah, D. A. S., Nurhadi, & Parahita, B. N. (2023). Pemberdayaan perempuan melalui Kelompok Wanita Tani di Kecamatan Sukoharjo. Jurnal Sosiologi Agama Indonesia (JSAI), 4(3), 446–463.

Malau, K. M., Parinusa, S. M., Suhaeni, S., Andayani, S., & Situmorang, E. R. (2024). Pengantar ilmu pertanian. PT Mafy Media Literasi Indonesia.

Mansuri, G., & Rao, V. (2004). Community-based and -driven development: A critical review. The World Bank Research Observer, 19(1), 1–39.

Martief, L. M. (2022). Pengembangan indikator penilaian keberhasilan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). Jurnal Widyaiswara Indonesia, 3(2), 69–80.

Noviar, H., & Fadhlain, S. (2025). Strategi kebijakan digitalisasi pertanian berbasis petani milenial di Indonesia: Pendekatan analisis SWOT. Jurnal Bisnis Tani, 11(1), 92–105.

Nurzal, E., Yeni, M., & Yanti, I. D. (2026). Pendekatan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan air irigasi pada musim kemarau. Jurnal Kolaborasi Akademika, 3(1), 114–125.

Ostrom, E. (1990). Governing the commons: The evolution of institutions for collective action. Cambridge University Press.

Ostrom, E. (1992). Crafting institutions for self-governing irrigation systems. World Development, 20(3), 403–417.

Ostrom, E. (2005). Understanding institutional diversity. Princeton University Press.

Perdana, P., & Arianti, Y. (2025). The impact of the corporate farming program on the productivity and income of the Barokah farmers group's rice farming business. Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian, 9(2), 472–479.

Permatasari, I. A., & Wijaya, J. H. (2018). Perbandingan kebijakan pangan era kepemimpinan Soeharto dan Susilo Bambang Yudhoyono: The comparison of food policy era the leadership of Soeharto and Susilo Bambang Yudhoyono. Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah, 2(1).

Tan, S. (2025). Analysis of the role of local government in resolving agrarian conflicts based on business use rights (HGU): Case study of PT Hevea Indonesia in Bogor District. Semarang State University Undergraduate Law and Society Review, 5(1), 263–290.

Widjajani, S., & Hidayati, S. N. (2014). Membangun koperasi pertanian berbasis anggota di era globalisasi. Jurnal Maksipreneur: Manajemen, Koperasi, dan Entrepreneurship, 4(1), 98–115.

Wilson, D. S., Ostrom, E., & Cox, M. E. (2013). Generalizing the core design principles for the efficacy of groups. Journal of Economic Behavior & Organization, 90, S21–S32.

Zakirman, Z., Aisyah, S., Nurhayati, S., Novita, D., Gusta, W., & Handayani, R. S. (2026). Model pemberdayaan wirausaha terpadu untuk meningkatkan daya saing Kelompok Tani Bina Sejahtera. CEMARA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin, 4(1), 231–239.

Published

August 19, 2026

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli

Beli

Physical Dimensions