Terapi Gratitude Dan Pskological Well Being Dalam Mengatasi Kadar Gula Darah Penderita Diabetes Millitus
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 65.000
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 101 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Buku ini disusun sebagai bentuk kontribusi ilmiah dan praktis dalam memahami peran intervensi psikologis, khususnya terapi gratitude, dalam meningkatkan kesejahteraan emosional sekaligus membantu pengelolaan kadar gula darah pada penyandang Diabetes Mellitus. Diabetes Mellitus merupakan salah satu penyakit kronis yang membutuhkan perhatian menyeluruh, tidak hanya dari aspek medis tetapi juga aspek psikologis. Beban pengobatan yang panjang, perubahan gaya hidup, serta kekhawatiran akan komplikasi sering menimbulkan stres, kecemasan, dan kelelahan emosional. Hal-hal tersebut dapat memengaruhi regulasi gula darah dan berdampak pada kualitas hidup penderita. Oleh karena itu, pendekatan multidisipliner yang mengintegrasikan aspek fisiologis dan psikologis menjadi semakin penting untuk diterapkan. Terapi gratitude sebagai salah satu teknik dalam psikologi positif telah menunjukkan efektivitas dalam meningkatkan kesehatan mental, menurunkan tingkat stres, serta memperkuat motivasi untuk menjalani perilaku sehat. Ketika dikombinasikan dengan konsep psychological well-being, terapi ini memberikan ruang bagi penderita Diabetes Mellitus untuk lebih menerima kondisi dirinya, membangun resiliensi, memperbaiki hubungan sosial, serta mengembangkan sikap hidup yang lebih positif. Semua aspek tersebut berkontribusi pada stabilitas emosional yang pada akhirnya dapat memengaruhi pengendalian gula darah secara lebih optimal. Buku ini membahas landasan teori mengenai gratitude, psychological well-being, hubungan antara stres dan kadar gula darah, serta model penerapan terapi gratitude yang dapat digunakan dalam pendampingan pasien Diabetes Mellitus. Melalui penyajian yang sistematis dan mudah dipahami, penulis berharap buku ini dapat digunakan oleh praktisi kesehatan, psikolog, perawat, konselor, akademisi, mahasiswa, serta keluarga yang mendampingi penyandang DM.
REFERENSI :
Afridah, W., & Firdausi, N. J. (2017). Analisis perilaku berisiko pada peningkatan kasus diabetes mellitus di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(3), 132–137.
http://repository.unusa.ac.id/3048/1/Waspada-Diabetes-Melitus-Analisis-Perilaku-Berisko.pdf
Budiarto, Y. (2018). Social well-being, psychological well-being dan emotional well-being: Studi kausal komparatif pada praktisi seni bela diri dan kebugaran fisik. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 16(1), 18.
https://jpsikologi.esaunggul.ac.id/index.php/JPSI/article/view/26
Grahani, F. O., Mardiyanti, R., Sela, N. P., & Nuriyah, S. (2021). Pengaruh psychological wellbeing (PWB) terhadap motivasi berprestasi mahasiswa di era pandemi. Jurnal Psikologi: Media Ilmiah Psikologi, 19(1), 46–51.
Hardianti, R., Erika, E., & Nauli, F. A. (2021). Hubungan antara rasa syukur terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 8 Pekanbaru. Jurnal Ners Indonesia, 11(2), 215.
https://doi.org/10.31258/jni.11.2.215-227
Hartanti. (2022). Kadar gula darah ditinjau dari gratitude pada penderita DM. Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ), 10(3), 535–540.
Indah Roziah Cholilah, & Anugrah Sulistiyowati. (2022). Gratitude dan psychological well-being pada penyintas COVID-19. Jurnal Riset Psikologi, 115–122.
https://doi.org/10.29313/jrp.v2i2.1601
Nurmaidah, R., Widayati, N., & Sutawardana, J. H. (2021). Hubungan spiritual well-being dengan hardiness pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Poliklinik RS Tingkat III Baladhika Husada Jember. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan dan Kesehatan, 9(3), 402.
https://doi.org/10.20527/dk.v9i3.9179
Soethama, K. P. R., Herawati, S., & Subawa, N. (2020). Hubungan antara kadar gula darah puasa dengan kadar trigliserida pada penderita diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Bali. Jurnal Medika Udayana, 9(5), 53–57.
https://ojs.unud.ac.id/index.php/eum53
Widiasari, K. R., Wijaya, I. M. K., & Suputra, P. A. (2021). Diabetes melitus tipe 2: Faktor risiko, diagnosis, dan tatalaksana. Ganesha Medicine, 1(2), 114.
https://doi.org/10.23887/gm.v1i2.40006
Yuliani, I. (2018). Konsep psychological well-being serta implikasinya dalam bimbingan dan konseling. Journal of Innovative Counseling: Theory, Practice & Research, 2(2), 51–56.
http://journal.umtas.ac.id/index.php/innovative_counseling
Ryff, C. D. (2014). Psychological well-being revisited: Advances in science and practice. Psychotherapy and Psychosomatics.
Ryff, C. D., & Keyes, C. L. M. (1995). The structure of psychological well-being revisited. Journal of Personality and Social Psychology.
Keyes, C. L. M. (2002). The mental health continuum: From languishing to flourishing in life. Journal of Health and Social Behavior.
Frontiers in Psychology. (2023). Validasi versi 18-item SPWB (studi Swedia).
Scoping Review. (2024). Konseptualisasi dan pengukuran well-being.
Meta-analisis. (2024–2025). Intervensi berbasis mindfulness/psikososial untuk peningkatan well-being.