Lama Pengobatan dan Tingkat Stres pada Pasien Tuberkulosis Paru

Authors

dr. Iqra Aliflamra; dr. Yuliana Ratna Wati.,Sp.KJ; dr. Santun Bhekti Rahimah., M.Kes; dr. Gemah Nuripah.,Sp.KJ; dr. Ratna Dewi Indi Astuti., M.Kes

Synopsis

SPESIFIKASI BUKU

Harga                    : Rp 45.000

Ukuran                  : 14,8 cm x 21 cm 

Jumlah Halaman : 93 hal

Ketebalan Buku  : 1  cm

ISBN                       : On Proses

Deskripsi Buku   : Buku ini hadir sebagai upaya memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara durasi pengobatan Tuberkulosis (TB) Paru dan kondisi psikologis pasien, khususnya tingkat stres yang dialami selama menjalani terapi jangka panjang. Tuberkulosis Paru merupakan salah satu penyakit infeksi kronis yang hingga kini masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Selain berdampak pada kondisi fisik, proses pengobatan TB Paru yang memerlukan waktu berbulan-bulan sering kali menimbulkan tekanan psikologis berupa kecemasan, kelelahan emosional, dan stres. Faktorfaktor tersebut dapat memengaruhi motivasi pasien dalam menjalani pengobatan dan bahkan berdampak | ii pada keberhasilan terapi. Oleh karena itu, memahami keterkaitan antara lama pengobatan dengan tingkat stres menjadi sangat penting untuk mendukung pendekatan terapi yang lebih holistik. Buku ini memberikan gambaran komprehensif mengenai konsep stres, karakteristik Tuberkulosis Paru, mekanisme pengobatan, serta bagaimana durasi terapi berperan dalam membentuk respon psikologis pasien. Dengan menyajikan analisis berbasis kajian ilmiah, buku ini diharapkan mampu memberikan wawasan baru bagi tenaga kesehatan, peneliti, mahasiswa, pendidik, dan pihak lain yang berkecimpung dalam upaya pengendalian TB. Penulis juga berharap buku ini dapat menjadi rujukan dalam mengembangkan intervensi psikososial yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pasien TB Paru, sehingga keberhasilan pengobatan tidak hanya dicapai melalui pendekatan medis, tetapi juga melalui perhatian terhadap kesehatan mental pasien

 

REFERENSI :

Kementerian Kesehatan RI. (2011). Stranas Pengendalian TB di Indonesia 2010–2014. Kemenkes RI.

Dwi, S. (2012). Faktor risiko multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB). Kemas, 8(1).

Perkumpulan Pemberantasan Tuberkulosis Indonesia. (2012). Tuberkulosis di Indonesia. PPTI, Vol. 8, Maret 2012. ISSN 1829–5118.

Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. (2015). Tuberkulosis: Temukan, Obati Sampai Sembuh. Kemenkes RI.

Masitoh, & Rosdiana, A. (2014). Pengaruh terapi berpikir positif terhadap perilaku membuang dahak pada pasien tuberkulosis. JIKK, 5(3).

Nasiruna. (2012). Respon psikologis pasien dalam pengobatan tuberkulosis di Puskesmas Kutowinangun. STIKES Muhammadiyah Gombong.

Zulkifi, Atmaja, Kusuma, H., & Dramawan, A. (2014). Analisis faktor–faktor penyebab masalah putus obat pada program kontrol tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Gerung Lombok Barat. Jurnal Kesehatan Prima, 8(2).

Bryce, C. P. (2001). Insights Into the Concept of Stress. PAHO.

Selye, H. (1979). Selye's Guide to Stress Research. Van Nostrand Reinhold.

Mills, H., Rolss, N., & Dombeck, M. (2016). Types of stressor (eustress vs distress). Seven Counties Services, Inc.
Tersedia di: http://www.sevencounties.org/poc/view_doc.php?type=doc&id=15644&cn=117

Miller, L. H., & Smith, A. D. (2012). Stress: Different kinds of stress. American Psychological Association.
Tersedia di: http://www.apa.org/helpcenter/stress-kinds.aspx

Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., Smith, E. E., & Hilgard, E. R. (1987). Introduction to Psychology (9th ed.). Harcourt Brace Jovanovich.

Davison, G. C., Neale, J. M., & Kring, A. M. (2010). Psikologi Abnormal (Ed. 9). PT Raja Grafindo Persada.

Nevid, J. S., Rathus, S. A., & Greene, B. (2005). Psikologi Abnormal (Ed. 5). Erlangga.

Juliandri, N. M. (2014). Hubungan dukungan sosial dan coping stres dengan kualitas hidup pasien TB paru di Puskesmas Perak Timur Surabaya. Kemas.

Suryani. (2014). Analisis kebutuhan psikososial penderita tuberkulosis paru. Makara Journal of Health Research.

Sanjesh, I. R. (2013). Health Psychology: Biopsychological Interaction (7th ed.). Wiley-India.

Knaus, W. J. (2016). How to conquer your frustrations. American International College.
Tersedia di: www.rebtnetwork.org/.../How_to_Conquer_Your_Frustrations.pdf

Government of Queensland. (2016). Frustration Tolerance.
Tersedia di: http://www.health.qld.gov.au/abios/asp/glossary.asp#f

Maramis, W. F. (1995). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Airlangga University Press.

Rivai. (2016). Psikofarmakologi.
Tersedia di: http://dokumen.tips/documents/psikofarmakologi55c1eb1572131.html

Tuberkulosis: diagnosis dan tatalaksananya. (2016).
Tersedia di: http://www.medicinesia.com/kedokteran-klinis/respirasi-kedokteran-klinis/tuberkulosis-diagnosis-dan-tatalaksananya/

Puspitasari, P., & Wongkar, M. C. P. (2013). Profil pasien tuberkulosis paru di Poliklinik Paru RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado. Fakultas Kedokteran Sam Ratulangi.

Sembiring, H. (2012). Pola resistensi primer pada penderita TB paru kategori I di RSUP H. Adam Malik Medan. Jurnal Respirologi Indonesia.

Dahlan, S. M. (2012). Statistik untuk Kedokteran dan Kesehatan. Epidemiologi Indonesia.

Lee, J., & Harley, V. (2012). The male fight–flight response: A result of SRY regulation of catecholamines? Bioessays. Wiley-Blackwell. https://doi.org/10.1002/bies.201100159

Published

December 11, 2025

Details about the available publication format: Pratinjau Buku

Pratinjau Buku

Physical Dimensions

Details about the available publication format: Beli Buku

Beli Buku

Physical Dimensions