Harmonisasi Nilai Pancasila Dan Kearifan Lokal Panca Waluya Dalam Pembentukan Etika Sosial
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 85.000
Ukuran : 15,5 x 23 cm
Jumlah Halaman : 226 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : 978-634-239-246-1
Deskripsi Buku : Buku ini lahir dari keprihatinan sekaligus harapan penulis terhadap realitas bangsa Indonesia yang tengah menghadapi dinamika perubahan sosial, moral, dan budaya yang begitu cepat di era globalisasi dan digitalisasi. Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa, dan pandangan hidup rakyat Indonesia sejatinya telah memberikan arah moral yang kuat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, dalam kenyataan sosial saat ini, nilainilai luhur Pancasila kerap mengalami pergeseran makna dan kehilangan daya praksisnya di tengah arus pragmatisme, individualisme, dan hedonisme global. Di sisi lain, kearifan lokal yang selama berabad-abad menjadi sumber kebijaksanaan hidup masyarakat mulai tergeser oleh budaya instan yang serba cepat dan serba materi. Situasi inilah yang mendorong penulis untuk mengkaji secara lebih mendalam hubungan antara nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal Panca Waluya sebagai dua pilar penting dalam pembentukan etika sosial bangsa. 3 Buku ini berupaya menunjukkan bahwa nilai-nilai Pancasila bukanlah konsep yang abstrak dan terpisah dari realitas budaya bangsa, melainkan hidup dan berakar dalam sistem nilai lokal yang diwariskan oleh leluhur. Panca Waluya, sebagai salah satu kearifan lokal Sunda yang memuat lima nilai pokok kejujuran (kajujuran), tanggung jawab (kawajiban), kerja keras (kasungguhan), gotong royong (sabilulungan), dan keikhlasan (kabagjaan batin) merupakan wujud nyata implementasi Pancasila dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Melalui integrasi antara kedua sistem nilai ini, penulis berupaya membangun pemahaman baru tentang bagaimana etika sosial bangsa dapat diperkuat melalui pendekatan budaya yang kontekstual dan membumi. Selain menjadi refleksi filosofis, buku ini juga dirancang sebagai bahan bacaan edukatif dan inspiratif bagi pendidik, mahasiswa, dan masyarakat luas yang peduli terhadap pembinaan karakter bangsa. Setiap bab disusun secara sistematis, dimulai dari landasan konseptual Pancasila dan etika sosial, dilanjutkan dengan eksplorasi nilai-nilai kearifan lokal, hingga menuju gagasan strategis tentang pembangunan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Dalam perjalanan penulisan, penulis mengupayakan sintesis antara 4 teori dan praksis, antara nilai nasional dan lokal, serta antara moralitas tradisional dan tantangan modernitas. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya ini tidak luput dari kekurangan. Setiap gagasan yang tersaji masih dapat dikembangkan lebih lanjut sesuai dengan konteks keilmuan dan dinamika sosial budaya bangsa yang terus berubah. Oleh karena itu, penulis membuka ruang kritik, saran, dan diskusi yang konstruktif demi penyempurnaan buku ini ke depan. Ucapan terima kasih yang tulus penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan moral, intelektual, dan spiritual dalam proses penyusunan buku ini. Kepada rekan akademisi, tokoh budaya, serta para pendidik yang terus berjuang menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal dalam dunia pendidikan, penulis persembahkan karya ini sebagai bentuk kontribusi kecil untuk upaya besar membangun peradaban bangsa yang beretika dan berkarakter. Akhirnya, semoga buku ini dapat memberikan manfaat, menumbuhkan kesadaran moral, dan menginspirasi berbagai kalangan untuk terus menjaga keseimbangan antara kemajuan dan kebijaksanaan, antara modernitas dan kearifan, antara ilmu dan moral.
REFERENSI :
Azra, A. (2012). Pancasila, Demokrasi, dan Etika Berbangsa. Kencana.
Darwis, R. (2017). Pendidikan Nilai dan Karakter dalam Perspektif Filsafat Moral. Prenadamedia Group.
Durkheim, E. (1897). Suicide: A Study in Sociology. Free Press.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. Basic Books.
Hidayat, R. (2016). Filsafat Hidup Orang Sunda. Pustaka Jaya.
Kaelan. (2016). Pendidikan Pancasila. Paradigma.
Keraf, A. S. (2010). Etika Lingkungan Hidup. Kompas.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Rineka Cipta.
Latif, Y. (2018). Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila. Gramedia.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Magnis-Suseno, F. (1997). Etika Sosial: Dasar dan Tujuan Hidup Manusia. Kanisius.
Magnis-Suseno, F. (2010). Etika Politik: Prinsip-prinsip Moral Dasar Kenegaraan Modern. Gramedia Pustaka Utama.
Mulyana, R. (2011). Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Alfabeta.
Notonagoro. (1975). Pancasila Secara Ilmiah Populer. Pantjuran Tudjuh.
Nurbayani, S. (2018). Panca Waluya: Nilai-nilai Kearifan Lokal Masyarakat Sunda. Lembaga Kebudayaan Sunda.
Rahardjo, M. D. (2013). Kearifan Lokal dan Ketahanan Sosial Budaya Bangsa. LIPI Press.
Santoso, A. (2020). Revitalisasi Nilai Pancasila dalam Kehidupan Modern. UGM Press.
Setiawan, B. (2019). Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal: Konsep dan Implementasi. Deepublish.
Soerjono Soekanto. (2006). Sosiologi: Suatu Pengantar. Rajawali Press.
Supardi, U. S. (2017). Pendidikan Karakter dalam Perspektif Pancasila dan Multikulturalisme. Raja Grafindo Persada.
Suseno, F. M. (2003). Etika Dasar: Masalah-masalah Pokok Filsafat Moral. Kanisius.
Tilaar, H. A. R. (2004). Multikulturalisme: Tantangan Global Masa Depan dalam Transformasi Pendidikan Nasional. Grasindo.
Wibisono, B. (2015). Etika Sosial dan Nilai Kemanusiaan dalam Perspektif Pancasila. Balai Pustaka.