Inovasi Lks Berbasis STEM: Dari Fungi Ke Bioetanol Untuk Mengembangkan Keterampilan Proses Sains
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
Harga : Rp 45.000
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Jumlah Halaman : 76 hal
Ketebalan Buku : 1 cm
ISBN : On Proses
Deskripsi Buku : Buku ini disusun sebagai wujud kontribusi dalam memperkaya khazanah pembelajaran sains, khususnya pada integrasi konsep Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dengan pendekatan kontekstual yang relevan bagi peserta didik. Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai salah satu perangkat pembelajaran memiliki peran penting dalam mengarahkan aktivitas belajar siswa agar lebih mandiri, kreatif, dan bermakna. Namun, dalam praktiknya LKS masih sering digunakan secara konvensional tanpa sentuhan inovasi yang mampu membangkitkan rasa ingin tahu siswa. Oleh karena itu, melalui buku ini penulis mencoba menawarkan sebuah terobosan berupa pengembangan LKS berbasis STEM yang | ii memanfaatkan fungi sebagai bahan bioetanol, sehingga pembelajaran tidak hanya mengajarkan konsep, tetapi juga menumbuhkan keterampilan proses sains yang esensial. Buku ini terdiri atas enam bagian utama yang membahas secara runtut mulai dari peran dan fungsi LKS dalam pembelajaran, hakikat STEM, keterampilan proses sains, hingga penguatan materi fungi dalam konteks sains. Puncaknya, buku ini menghadirkan inovasi pembelajaran melalui LKS berbasis STEM dengan konteks nyata “dari fungi ke bioetanol”, yang diharapkan dapat menjadi inspirasi guru maupun calon guru dalam mengembangkan pembelajaran sains yang lebih bermakna. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat diharapkan untuk penyempurnaan di masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, serta siapa pun yang peduli terhadap peningkatan kualitas pembelajaran sains di era global.
References
Andrew, D. (2016). The effectiveness of science, technology, engineering, and mathematics (STEM) learning approach among secondary school students. University Malaysia Sabah.
Aripin, I. (2013). Modul pelatihan teknik pengolahan data dengan Excel dan SPSS. Cirebon: Tidak Diterbitkan.
Beers, S. Z. (2011). 21st century skills: Preparing students for their future. Diakses dari http://www.yinghuaacademy.org/wp-content/uploads/2014/10/21st_century_skills.pdf
Devi, K. P., Sofiraeni, R., & Khairuddin, K. (2009). Pengembangan perangkat pembelajaran untuk guru SMP. Jakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PPPPTK IPA).
Dewi, E. P., Suryatna, A., & Ertikanto, C. (2017). Efektivitas modul dengan model inkuiri untuk menumbuhkan keterampilan proses sains siswa pada materi kalor. Jurnal Keguruan dan Ilmu Tarbiyah, 2(2).
Dimyati, & Mudjiono. (2006). Belajar dan pembelajaran. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Direktorat Pembinaan SMA. (2008). Panduan pengembangan bahan ajar. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.
Dugger, W. E. (2010, Desember). Evolution of STEM in the United States. The 6th Biennial International Conference on Technology Education Research, Queensland, Australia.
Widoyoko, E. P. S. (2009). Evaluasi program pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Firman, H. (2015). Penerapan pembelajaran berbasis STEM untuk materi penanggulangan limbah polimer. Makalah Seminar Nasional Peran Kajian dan Pendidikan.
Gallant, D. J. (2010). Science, technology, engineering, and mathematics (STEM) education. McGraw-Hill Education. Diakses dari https://www.mheonline.com/glencoemath/pdf/stem_education.pdf
Hanover Research. (2011). K-12 STEM education overview. Diakses dari https://www.yumpu.com/en
Hartono. (2007, Oktober). Profil keterampilan proses sains mahasiswa program pendidikan jarak jauh S1 PGSD Universitas Sriwijaya. Proceeding of The International Seminar of Science Education, Bandung.
Ismayani, A. (2016). Pengaruh penerapan STEM project-based learning terhadap kreativitas matematis siswa SMK. Indonesian Digital Journal of Mathematics and Education, 3(4), 264–272.
Kementerian Pendidikan Malaysia. (2015). Panduan pelaksanaan STEM dalam pengajaran dan pembelajaran.
Margono, S. (2013). Metodologi kajian pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Mayasari, T., Kadorahman, A., & Rusdiana, D. (2014). Pengaruh pembelajaran terintegrasi STEM pada hasil belajar peserta didik: Studi meta-analisis. Prosiding Semnas Pensa VI “Peran Literasi Sains” (hlm. 371–377). Surabaya: UNESA.
Meltzer, D. A. (2002). The relationship between mathematics preparation and conceptual learning gains in physics: A possible “hidden variable” in diagnostic pretest score. American Journal of Physics, 70(12).
Muhammad, M., & Nurdyansyah, N. (2015). Pendekatan pembelajaran saintifik.
Pertiwi, R. S., Abdurrahman, A., & Rosidin, U. (2017). Efektivitas LKS STEM untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa. Jurnal Pembelajaran Fisika Universitas Lampung, 5(2).
Prastowo, A. (2014). Panduan kreatif membuat bahan ajar inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Roberts, A. (2012). A justification for STEM education. Technology and Engineering Teacher, 71(8), 1–4.
Rustaman, N. (2005). Strategi belajar mengajar biologi. Malang: Universitas Negeri Malang.
Sadiyah, H., & Budiyanto, M. (2019). Pengembangan LKS berbasis discovery learning untuk meningkatkan keterampilan proses sains pada materi sifat cahaya dan proses pembentukan bayangan. Pendidikan Sains, 7(2).
Sayekti, I. C., & Kinasih, A. M. (2016). Profesionalisme guru dalam menanamkan keterampilan proses sains pada siswa kelas IV A di SDM 14 Surakarta. Prosiding SNPS (Seminar Nasional Pendidikan Sains), 3, 63–70.
Septiani, A. (2016). Penerapan asesmen kinerja dalam pendekatan STEM untuk mengungkap keterampilan proses sains. Isu-Isu Kontemporer Sains, Lingkungan dan Inovasi Pembelajarannya. Publikasiilmiah.ums.ac.id
Sugiyono. (2009). Metode kajian kuantitatif, kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Arikunto, S. (2010). Dasar-dasar evaluasi pendidikan (Edisi revisi). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Susilana, R. (2014). Pendekatan saintifik dalam implementasi kurikulum 2013 berdasarkan kajian teori psikologi belajar. Edutech, 13(2), 183–193.
Suwarma, I. R., Astuti, P., & Endah, E. N. (2015). Balloon powered car sebagai media pembelajaran IPA berbasis STEM. Proceeding Simposium Nasional Inovasi dan Pembelajaran Sains 2015.
Syaodih, N. (2016). Metode kajian pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset.
Syukri, M., dkk. (2013). Pendidikan STEM dalam “escit”. Aceh Development International Conference. Aceh.
Departemen Pendidikan Nasional. (2004). Pedoman umum pengembangan bahan ajar sekolah menengah atas.
Widjajanti, E. (2008, Desember). Kualitas lembar kerja siswa. Makalah Seminar Pelatihan Penyusunan LKS untuk Guru SMK/MAK pada Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Jurusan Pendidikan FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (hlm. 2–5).