Potensi Rare Earth Elements (REE) Di Perairan Indonesia: Pemetaan Dan Analisis Untuk Industri Strategis
Synopsis
SPESIFIKASI BUKU
◉ Harga : Rp 45.000
◉ Ukuran : 18 x 25 cm
◉ Jumlah Halaman : 95 hal
◉ Ketebalan Buku : 1 cm
◉ ISBN : On Proses
◉ Deskripsi Buku : Buku ini hadir sebagai upaya akademik sekaligus praktis untuk menjawab kebutuhan akan literatur ilmiah yang membahas secara komprehensif mengenai potensi sumber daya rare earth elements (REE) di wilayah perairan Indonesia, khususnya melalui pendekatan eksplorasi geomarine. Indonesia sebagai negara maritim memiliki potensi geologi yang sangat besar, termasuk kandungan unsur tanah jarang yang saat ini menjadi komoditas strategis dunia. REE tidak hanya berperan penting dalam pengembangan teknologi tinggi, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi kepentingan industri pertahanan dan kemandirian bangsa di masa depan. Oleh karena itu, pengkajian mendalam mengenai keberadaan, persebaran, serta potensi pemanfaatannya perlu dilakukan secara sistematis dengan dukungan metode ilmiah modern. Buku ini disusun ke dalam beberapa bab. Isinya membahas tentang REE dan kepentingan strategisnya bagi Indonesia, kemudian terkait dengan menyajikan konsep dasar penginderaan jauh, sistem informasi geografis, hingga teori pola tegasan struktur yang mendasari analisis geomarine. Terakhir membahas rare earth elements, proses kajian, serta pemetaan potensi REE di perairan | ii Indonesia dengan menekankan aspek geologi, tektonik, stratigrafi, hingga geokimia. Penulis menyadari bahwa buku ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat diharapkan demi penyempurnaan karya ilmiah ini pada masa mendatang. Semoga buku ini dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, peneliti, praktisi, maupun pengambil kebijakan yang bergerak dalam bidang geologi, geomarine, maupun industri strategis nasional
References
Buku & Laporan
Bemmelen, R. W. (1949). The geology of Indonesia (Vol. Ia: General geology). The Hague: Government Printing Office.
Brown, A. R. (2004). Interpretation of three-dimensional seismic data (6th ed.). AAPG Memoir 42.
Chrisman, N. (1997). Exploring geographic information system. New York: John Wiley & Sons Inc.
Clark, A. E. (1980). Magnetostrictive rare earth-Fe₂ compounds. In E. P. Wohlfarth (Ed.), Ferromagnetic materials (Vol. 1, pp. 531–589). Amsterdam: North-Holland Publishing Co.
Darman, H., & Sidi, F. H. (2000). An outline of the geology of Indonesia. Jakarta: Ikatan Ahli Geologi Indonesia.
De Neve, G. A. (1983). Quaternary volcanism and other phenomena attributed to volcanocity in the Aceh Region, North Sumatra. Proceedings PIT XII Ikatan Ahli Geologi Indonesia.
Departemen Pertahanan Republik Indonesia. (2008). Buku putih pertahanan Indonesia 2008. Jakarta: Departemen Pertahanan Republik Indonesia.
Dirasutisna, S., & Hasan, A. R. (2005). Geologi panas bumi Jaboi, Sabang, Provinsi Aceh Nangroe Darussalam. Bandung: Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral.
Emery, D., & Myers, K. (1996). Sequence stratigraphy. London: Blackwell Science Ltd.
Eubank, R., & Makki, A. (1981). Structural geology of the Central Sumatra Back-Arc Basin. Jakarta: Indonesian Petroleum Association.
Katili, J. A., & Hehuwat, F. (1980). Geotectonics of Indonesia: A modern view on the occurrence of large transcurrent faults in Sumatra, Indonesia.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2014). Buku II Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015–2019 (pp. 4–9). Jakarta.
Kopp, C. (1996). GPS Part III—US direct attack munition programs. Australian Aviation, 24–52.
Lillesand, T., & Kiefer, R. (1979). Penginderaan jauh dan interpretasi citra. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Milsom, J. (2003). Field geophysics. Chichester: John Wiley & Sons Ltd.
Nomenclature of Inorganic Chemistry. (1957). Report of CNIC, IUPAC. London: Butterworths Scientific Publications.
Prahasta, E. (2009). Sistem informasi geografis: Konsep-konsep dasar (perspektif geodesi & geomatika). Bandung: Informatika.
Sabtanto, J. S. Tinjauan tentang unsur tanah jarang. Bandung: Pusat Sumber Daya Geologi.
Sanny, T. A. (1998). Seismologi refleksi. Bandung: Departemen Teknik Geofisika, FIKTM-ITB.
Seibold, E., & Berger, W. H. (1994). The sea floor: An introduction to marine geology. Berlin: Springer-Verlag.
Sutanto. (1986). Penginderaan jauh (Jilid 1). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Telford, M. W., Geldart, L. P., Sheriff, R. E., & Keys, D. A. (1976). Applied geophysics. Cambridge: Cambridge University Press.
Tjia, H. D. (1977). Tectonic depressions along the transcurrent Sumatera Fault Zone. Geology of Indonesia, 4(1). Jakarta.
Van Wagoner, J. C., Mitchum, R. M., Campion, K. M., & Rahmanian, V. D. (1990). Siliciclastic sequence stratigraphy in well logs, core, and outcrops: Concepts for high resolution of time and facies (AAPG Methods in Exploration Series No. 7). Tulsa, OK: AAPG.
Jurnal & Tulisan Ilmiah
Hanks, T., & Boore, D. M. (1984). Moment-magnitude relations in theory and practice. Journal of Geophysical Research, 89(B7), 6229–6235.
Jayaprakash, C., Sajeev, R., & Kumar, A. A. (2016). Distribution of rare earth elements in the inner shelf sediments, off the southwest coast of India. Indian Journal of Geo-Marine Sciences, 45(12), 1623–1630.
Edi, B. P. (2009). Aplikasi instrumen akustik multibeam dan side scan sonar di perairan sekitar Teluk Mandar dan Selat Makassar. Bogor: Institut Pertanian Bogor, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Hananto, K., & Ediar, U. (2016). Transportasi uap unsur tanah jarang oleh fumarola dalam kompleks post kaldera gunungapi bawah laut Pulau Weh, Provinsi Aceh, Sumatera Utara. Bandung.
Noviadi, Y. (2016). Interpretasi alur purba berdasarkan rekaman seismik pantul dangkal di Teluk Banten, Provinsi Banten. Bandung.
Zhong, Y., et al. (2017). Rare earth elements and yttrium in ferromanganese deposits from the South China Sea: Distribution, composition and resource considerations. Chinese Society for Oceanography & Springer-Verlag GmbH Germany, part of Springer Nature.
Website
King, H. M. (2012). Rare earth elements and their uses. Retrieved August 3, 2018, from https://geology.com/articles/rare-earth-elements/
NASA Earth Observatory. (2012). Remote sensing. Retrieved August 3, 2018, from http://earthobservatory.nasa.gov/Features/RemoteSensing/
Peraturan & Undang-Undang
Republik Indonesia. (2002). Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara (Pasal 1 Ayat 1).
Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2010 tentang Wilayah Pertambangan (Pasal 1 Ayat 1).
Republik Indonesia. (2012). Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.